Tangerang, 30 September 2011
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Maju Terus
Tangerang
Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Maju Media, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 28 September 2011. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Reportase di PT. Maju Media.
Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama : Anindya Kirana Devi
Tempat & tgl. lahir : Tangerang, 3 Desember 1983
Pendidikan Akhir : SMK
Alamat : Curug, Banten
Telepon, e-mail : 56712148, anindya.kirana@blogspot.com
Status Perkawinan : Belum Menikah
Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan dan ilmu jurnalistik telah saya kuasai dengan baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.
Saat ini saya bekerja sebagai reporter di PT. Selamat Media. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
Daftar Riwayat Hidup.
Foto copy ijazah SMK dan transkrip nilai.
Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya,
Anindya Kirana Devi
Jumat, 07 Oktober 2011
Aku dan Kakekku
KUTUTUP buku ‘1001 Dongeng Sebelum Tidur’, dan menatap jam dinding di samping pintu kamarku. Waktu menunjukkan tepat pukul delapan malam. Sebenarnya buku itu terlalu kekanak-kanakan untuk anak berusia sepuluh tahun sepertiku. Dulu ketika aku berumur lima atau enam tahun, ibu yang mendongengkannya untukku sampai aku merasa bosan. Namun entah kenapa, sekarang aku ingin membacanya lagi. Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Muncul sebuah kepala dengan rambut hitam keriting. Itu adalah ibuku.
”Sampai kapan kau akan membaca buku, Bunga?” tanya ibuku. Kemudian ia mematikan sakelar lampu. ”Ayo tidur. Besok kau harus bangun pagi,”
Aku menurut, dan langsung naik ke tempat tidurku yang empuk. Ibu membalutku dengan selimut tebal.
”Selamat tidur, Nak,” kata ibuku sambil berlalu dan menutup pintu kamar.
Akupun mencoba memejamkan mata, namun berkali-kali tidak bisa. Saat itu mataku rasanya ingin dibuka terus. Aku sudah susah payah memaksakan mataku untuk terpejam, tetapi sia-sia saja. Aku paling benci hal ini–tidak bisa tidur!
Aku menghela nafas, dan tak sengaja menatap sebuah kotak kecil di atas lemari. Itu adalah kotak musik. Kotak itu terlihat jelas sekali, karena disinari cahaya bulan dari jendela tinggi di sampingnya. Jendela polos itu tidak bertirai. Kata orang tuaku, aku tak boleh membuka kotak musik itu. Apa alasannya aku tidak tahu. Mereka selalu menakutiku, kalau di dalam kotak musik tersebut ada hantunya. Benarkah?
Akhirnya aku turun, lalu mengambil bangku dan kutaruh di depan lemari. Kemudian kutumpuk dengan beberapa bantal. Aku menaikinya, dan kuambil kotak musik itu.
Misteri Hilangnya Kunci Rahasia "Blue Diamond"
Oleh : Hasna NKH (Kelas 1 SMP)
Murid-murid SMP Nusa Harapan digemparkan oleh peristiwa yang menimpa Prof.Doni, kepala sekolah mereka, yang hampir satu bulan selalu mengurung di ruang kepala sekolah. Semula guru-guru heran, karena ruang kepala sekolah selalu terkunci, dan kabarnya Prof. Doni tidak ada di apartemennya.
Pernah ada kejadian, ketika salah seorang guru mengetuk-ngetuk keras pintu ruang kepala sekolah dan berteriak ‘Apa ada orang di dalam’, tiba-tiba terdengar bentakkan keras dari dalam: “Keluar sana, biarkan aku sendiri..!!”. Sejak saat itu, tak ada satupun guru atau murid yang berani ke sana. Banyak ada isu yang mengatakan bahwa Prof. Doni menjadi gila gara-gara perusahaan di Afrika nya bangkrut, sehingga kekurangan uang untuk membayar sewa apartemennya, ada juga yang mengatakan kalau Prof. Doni sudah tidak ada dan arwahnya gentayangan di ruang kepala sekolah. Namun, isu-isu itu tidak berlaku bagi Ben dan Toni. Sepasang sahabat ini yakin ada kasus yang lebih masuk akal yang mungkin mengganggu Prof. Doni.
Pada malam minggu, ada acara “Tahun Baru di Sekolah” yang hanya diikuti oleh anak-anak kelas satu. Pukul sepuluh malam, saat anak-anak lain sedang asyik bernyanyi diiringi gitar, Ben dan Toni pergi ke toilet di lantai dua, dekat dengan ruang kepala sekolah. Ketika Ben dan Toni sedang berjalan, tiba-tiba mereka melihat sosok besar yang tengah berlari di dekat toilet. Sosok itu hanya terlihat sekilas dan berwarna hitam. Ben dan Toni terkejut. Sosok itu seperti Prof. Doni. Akhirnya mereka masuk ke dalam toilet, dan menyelidiki siapa yang ada di dalam toilet. Ternyata benar! Di dalam toilet, ada sosok tinggi besar yang sedang duduk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya yang besar... Prof. Doni!
Snow White
Pada suatu hari ketika musim salju, seorang ratu sedang menjahit dan tanpa sengaja jarinya terkena jarum dan berdarah.“Yee, orang aku pakai mesin jahit kok…”
Tiba-tiba mesin jahitnya meledak! Bunyinya BUM! Ruangan sang ratu menjahit hancur berkeping-keping, mesin jahit itu hancur lebur, ruangan-ruangan di sebelahnya rusak parah, saluran listrik, air, gas, telpon, internet, satelit, dan eee… sambungan telpon dengan benang, semuanya nonaktif. Bisa dibayangkan dong gimana keadaan sang ratu… Jari sang ratu terkena jarum dan berdarah.
…
Sang ratu melihat tetesan darah yang terjatuh di atas salju putih.
“Seandainya saja aku memiliki anak perempuan yang seputih salju, semerah darah, dan sehitam bingkai jendela itu.”
…
Disana nggak ada bingkai jendela, sungguh.
Beberapa tahun kemudian sang ratu melahirkan anak perempuan yang sesuai keinginannya. Kulitnya hitam, matanya merah, dan rambutnya putih.
…
Sang ratu nggak ingin anak seperti itu, jadi kelahiran anaknya tadi dibatalkan. Kemudian ia menggambarkan gambar anak yang diinginkannya, berkulit putih kemerahan dan berambut hitam seperti bingkai jendela itu.
…
Bingkai jendela yang mana sih?
Sang ratu kemudian menyerahkan draft itu ke desainer dan kemudian desainer menyerahkan pada dokter. Sang ratu melahirkan anak sesuai keinginannya, dan anak itu dinamai Snow White. Tidak lama kemudian sang ratu meninggal, kematiannya dimungkinkan karena keracunan, sebab ditemukan zat pewarna putih, hitam, dan merah di rahimnya. Hitamnya seperti bingkai jendela itu.
…
Langganan:
Postingan (Atom)